Restrain Anjing

MENGEKANG ANJING UNTUK VAKSINASI RABIES

Predikat Bali sebagai daerah bebas rabies hilang sejak akhir 2008 setelah ditemukan korban di Ungasan, Jimbaran, dan Kedonganan. Gubernur Bali Mangku Pastika telah menginstruksikan agar masyarakat, petugas vaksinasi, serta jajaran birokrasi menanggulangi rabies secara tuntas.

Untuk melawan rabies, vaksinasi dan penertiban anjing liar mutlak harus dilakukan disertai dengan penutupan kembali Bali dari masuknya anjing-anjing dari luar. Vaksinasi akan memberikan kekebalan si HPR/hewan pembawa rabies (anjing, kucing, monyet) terhadap rabies dan pemilik terhindar dari risiko tertular rabies. Vaksinasi telah dan sedang dilakukan di Kabupaten Badung dan Denpasar. Kegiatan ini melibatkan Dinas Peternakan dibantu oleh Balai Besar Veteriner Denpasar dan Balai Karantina Pertanian serta dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UNUD.

Pelaksanaan vaksinasi mesti dilakukan secara hati-hati untuk menghindari gigitan HPR. Anjing yang dibawa masyarakat ke bale banjar untuk divaksinasi sangat bervariasi; dari anjing lokal sampai anjing ras, dari yang murahan sampai yang sangat mahal, dari jenis kecil sampai yang sangat besar, dan dari yang jinak sampai giras. Vaksinator yang sudah berpengalaman menangani HPR sudah tentu sangat memahami behavior dan cara mengekang si HPR. Untuk para mahasiswa yang ikut membantu pelaksanaan vaksinasi hendaknya juga memahaminya. Apabila anjing memicingkan matanya, mengangkat hidungnya sehingga giginya kelihatan, dan bulu punggungnya berdiri itu tanda bahwa si anjing sedang marah. Berhati-hatilah dengan anjing yang seperti itu. Lebih baik dibiarkan sesaat agar si anjing menjadi tenang. Setelah anjing tenang, mintalah si pemilik anjing untuk mengekang/merestrain anjingnya dengan posisi seperti gambar berikut.

restrain-anjing-1

Pemilik berada di samping anjing sambil memegang kepalanya. Kedua telapak tangan ada di bawan telinga, jari-jari memegang rahang bawah dan ibu jari bertemu di dahi. Dengan restrain seperti ini si vaksinator dengan aman dapat melakukan tugasnya dari belakang si anjing. Apabila di tempat vaksinasi (bale banjar) tersedia meja atau pelataran yang agak tinggi, restrain dapat juga dilakukan dengan posisi seperti gambar berikut.

restrain-anjing-2

Untuk dapat memegang kulit di daerah punggung, mintalah si pemilik anjing menggeser tangan kirinya agak ke depan.

SELAMAT BERTUGAS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: