Serdos

SERTIFIKASI DOSEN DI FKH UNUD

Sertifikasi dosen adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada dosen. Program ini merupakan upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, dan memperbaiki kesejahteraan hidup dosen, dengan mendorong dosen untuk secara berkelanjutan meningkatkan profesionalismenya. Sertifikasi dosen dimaksudkan untuk mendapatkan kewenangan mengajar di perguruan tinggi sesuai dengan Undang-undang No. 14 tahun 2005. Sertifikat pendidik yang diberikan kepada dosen melalui proses sertifikasi.

Sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dosen dinyatakan sebagai pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kompetensi dosen menentukan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sebagaimana yang ditunjukkan dalam kegiatan profesional dosen. Profesionalisme seorang dosen dan kewenangan mengajarnya dinyatakan melalui pemberian sertifikat pendidik. Guru besar secara otomatis mendapat sertifikat pendidik.

Tahun 2009 ini merupakan tahun kedua pelaksanaan sertifikasi dosen. Pada tahun 2008, Fakultas Kedokteran Hewan Unud mendapat kuota 8 dosen. Sehingga sampai saat ini di FKH Unud ada 11 dosen yang bersertifikat pendidik; delapan orang sesuai kuota ditambah 3 orang guru besar yang secara otomatis mendapat sertifikat pendidik.

Tahun 2009, khabarnya FKH Unud akan mendapat kuota 20-25 dosen yang akan disertifikasi. Mengingat jumlah dosen yang belum disertifikasi melebihi kuota, maka tahap awal dilakukan pemeringkatan terhadap dosen yang akan disertifikasi. Pemeringkatan didasarkan pada kriteria: tingkat pendidikan, pangkat/golongan, jabatan akademik, masa kerja, umur, produktivitas 4 tahun terakhir, dan kriteria lain (seperti jabatan dekan, pembantu dekan, kepala lab, kegiatan PBM, pengabdian), dengan skor yang sudah ditentukan.

Terbatasnya kuota dibandingkan jumlah dosen yang belum disertifikasi menjadikan pemeringkatan merupakan suatu keharusan. Dalam proses pemeringkatan sudah tentu terjadi persaingan di atara para dosen. Persaingan dalam arti; bersaing menunjukkan kinerja dan kompetensi. Sehingga sesuai dengan tujuan sertifikasi, yakni mendorong dosen untuk secara berkelanjutan meningkatkan profesionalismenya. Persaingan bukan dalam arti; semata-mata mengumpulkan skor yang sebanyak-banyaknya.

Pada prosen sertifikasi selanjutnya, mahasiswa, teman sejawat, dan atasan dapat menilai secara persepsional terhadap tingkat penguasaan kompetensi dosen. Mahasiswa diminta menilai kompetensi dosen yang mengajarnya, karena mahasiswa dianggap sebagai pihak yang langsung merasakan sejauh mana dosen memiliki kompetensi yang diperlukan untuk dapat mengajar dengan baik. Hasil penilaian profesionalisme dosen akan valid hanya bila penilaian seluruh komponen dilakukan dengan jujur. Jadi kejujuran dosen, mahasiswa, teman sejawat, dan atasan dalam menilai merupakan syarat mutlak bagi keberhasilan sistem penilaian ini.

Selamat bagi yang Berkompetensi dan Berkinerja Tinggi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: