remedial

APA ITU REMEDIAL

FKH Unud sejak akhir semester genap 2003/2004 melaksanakan program remedial.  Apakah remedial sama dengan ujian ulang atau semester pendek?  Pada ujian ulang, mahasiswa yang gagal pada mata kuliah tertentu diberi kesempatan untuk menempuh ujian ulang tanpa didahului dengan pendalaman materi/kuliah/tutorial.  Dengan cara ini peluang mahasiswa dapat memperbaiki nilainya sangat kecil karena tidak diawali pendalaman materi/kuliah/tutorial.  Sedangkan pada semester pendek, semua topik pada mata kuliah yang gagal/tidak lulus dikuliahkan kembali tanpa memperhatikan topik mana yang menyebabkan mahasiswa yang bersangkutan gagal/tidak lulus.  Padahal mahasiswa yang gagal dengan nilai D misalnya, disebabkan oleh kegagalan pada topik-topik tertentu saja. Sedangkan nilai topik yang lain telah memenuhi syarat untuk lulus.

Pada awal tahun 2004 mulai didiskusikan metode-metode yang dapat membantu meningkatkan keberhasilan mahasiswa.  Pada diskusi saat itu disepakati untuk mengusulkan kepada Senat FKH Unud program REMEDIAL.  Program remedial tidak sama dengan ujian ulang dan juga tidak sama dengan program semester pendek.  Pada program remedial, mahasiswa yang gagal/tidak lulus pada mata kuliah tertentu diberikan kesempatan untuk memperbaiki nilainya dengan terlebih dahulu harus melakukan pendalam materi/kuliah/tutorial pada topik-topik yang nilainya gagal, setelah itu dilakukan evaluasi/ujian.  Sedangkakan topik yang nilainya telah lulus tidak diujikan kembali.

Usulan program remedial disetujui oleh Senat FKH Unud dan pertama kali diberlakukan pada akhir semester genap 2003/2004.  Pada akhir tahun 2004 diadakan evaluasi terhadap program remedial.  Untuk jelasnya silakan simak program remedial yang telah diputuskan oleh Senat FKH Unud sebagai berikut:

PROGRAM REMEDIAL

A.  Pengertian Program Remedial

Program remedial adalah program perbaikan atau penyembuhan, dalam arti bahwa program ini memberi bantuan kepada mahasiswa untuk mengatasi kesulitannya, sehingga terjadi perbaikan atau penyembuhan.  Penyembuhan mengandung makna bahwa mahasiswa mempunyai penyakit (dalam hal ini kesulitan belajar) sehingga memerlukan bantuan untuk mengatasi kesulitan tersebut.

Kegagalan yang dialami oleh mahasiswa seyogyanya menjadi perhatian para dosen.  Kenyataan selama ini menunjukkan, mahasiswa yang gagal jarang diberikan bantuan khusus.  Pada program remedial mahasiswa diperlakukan sesuai dengan kemampuannya, sehingga mahasiswa merasa mendapat perhatian yang wajar.  Mahasiswa yang mengalami kegagalan dalam suatu mata kuliah tertentu, sebelum diberikan ujian ulang, para mahasiswa tersebut diberikan kesempatan mengikuti tutorial remedial, sehingga peluang untuk lulus menjadi semakin besar.

Program remedial dilaksanakan setelah proses belajar mengajar dilaksanakan sesuai dengan kontrak perkuliahan dan pada saat dilaksanakan evaluasi, soal-soal ujian tidak menyimpang dari meteri perkuliahan yang termuat pada kontrak perkuliahan.

B. Tujuan Program Remedial

Program remedial dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan mahasiswa.  Dosen seyogyanya menyadari bahwa kegagalan mahasiswa sebenarnya juga kegagalan dosen dan institusi, bukan semata-mata kesalahan mahasiswa.

C. Pengembangan Program Remedial

Program remedial dikembangkan dengan langkah-langkah:

1. Mendiagnosis kesulitan belajar

Melalui langkah ini para dosen diharapkan dapat menemukan jenis dan penyebab kesulitan belajar yang dialami oleh mahasiswa.  Kegiatan kesulian belajar dilakukan dengan menempuh langkah: (1) mengidentifikasi adanya kesulitan belajar dengan memperhatkan lembar evaluasi terdahulu, (2) menentukan status mahasiswa, dan (3) memperkirakan penyebab terjadinya kesulitan belajar.

2. Menganalisis hasil diagnosis

Hasil diagnosis diharapkan dapat menyediakan informasi yang memadai tentang bidang kesulitan khusus yang dihadapi mahasiswa serta penyebabnya.

3. Menentukan bidang yang perlu mendapat perhatian

Berdasarkan analisis hasil diagnosis, dosesn diharapkan dapat menentukan bidang yang perlu mendapat perhatian.

4. Menyusun program remedial

Pada dasarnya program remedial bersifat individu.  Namun, jika kesulitan yang dialami mahaiswa hampir sama, maka program remedial dapat dikembangkan dan dilaksanakan untuk kelompok kecil. Program remedial terdiri atas: tujuan, materi kegiatan, waktu perbaikan  yang diperlukan, dan penilaian kemajuan mahasiswa.

D. Pelaksanaan Program Remedial

  1. Program remedial dilaksanakan pada setiap akhir semester, untuk mata kuliah-mata kuliah yang ditempuh oleh mahasiswa pada semester tersebut, kecuali untuk mahasiswa semester VII dan VIII, mata kuliah yang gagal dapat ditempuh melalui program remedial walaupun telah lewat dari satu semester.
  2. Program remedial dilaksanakan untuk seluruh mata kuliah, kecuali mata kuliah pengembangan kepribadian.
  3. Mahasiswa dapat menempuh program remedial untuk mata kuliah-mata kuliah yang mendapatkan nilai D.
  4. Jumlah maksimal mata kuliah yang dapat ditempuh oleh seorang mahasiswa melalui program remedial pada akhir semester ganjil adalah dua mata kuliah, sedangkan pada akhir semester genap adalah enam mata kuliah.
  5. Setiap mata kuliah dengan bobot 3 sks diberikan waktu untuk melaksanakan program remedial selama 1 minggu.
  6. Program remedial lebih banyak menekankan pada latihan khusus dan interaksi yang intensif dengan mahasiswa.
  7. Untuk dapat mengikuti program remedial, mahasiswa harus menempuh prosedur sbb:  Mendaftarkan diri untuk mengikuti program remedial, segera setelah nilai mata kuliah diumumkan, pada Subbagian Akademik FKH Unud setelah berkonsultasi dengan pembimbing akademik.

E. Penilaian

Pada setiap akhir program pembelajaran dilakukan evaluasi terhadap mahasiswa yang mengikuti program remedial.  Untuk menentukan kelulusan/nilai akhir mahasiswa setelah mengikuti program remedial, hasil evaluasi program remedial dikaitkan dengan nilai akhir ujian yang telah ditempuh sebelumnya.

Contoh:  Pada mata kuliah Biokimia Veteriner II, topik yang diajarkan adalah: Bienergitika, Integrasi dan Regulasi Matabolisme, Metabolisme Karbohidrat, Metabolisme Lipid, dan Metabolisme Protein.  Seorang mahasiswa peserta mata kuliah Biokmia Veteriner II mendapat nilai D dan mendaftar untuk mengikuti program remedial.  Setelah diidentifikasi dengan memperhatikan lembar evaluasi terdahulu ternyata mahasiswa tersebut gagal pada topik Bioenergitika dan Metabolisme Lipid.  Dalam program remedial, mahasiswa tersebut hanya mengikuti pembelajaran dan evaluasi dari kedua topik yang gagal tersebut.  Hasil evaluasi remedial dari kedua topik tersebut bila lebih tinggi dari nilai sebelumnya, dipakai sebagai pengganti dan digabungkan dengan nilai topik lainnya yang sudah lulus sebelumnya, untuk mendapatkan nilai akhir Biokimia Veteriner II.

F. Persyaratan dan Sanksi

Peserta remedial harus mengikuti kegiatan remedial sedikitnya 75% dari seluruh kegiatan yang dilaksanakan.  Keikutsertaan kurang dari 75% dianggap gagal.

Hasil Rapat Evaluasi Program Remedial

Sabtu, 11 Desember 2004

1).  Mahasiswa dapat menempuh program remedial untuk mata kuliah-mata kuliah yang mendapatkan nilai D dan C.  Nilai akhir dihitung sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Program Remedial. Dengan perhitungan seperti itu, nilai maksimal yang akan diperoleh adalah B.

2).  Daftar Peserta Remedial dikirimkan kepada Koordinator Mata Kuliah paling lambat 1 (satu) minggu sebelum remedial mata kuliah tertentu dilaksanakan.

PROSEDUR PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIAL

  1. Nilai setiap mata kuliah harus sudah disetorkan ke Subbagian Akademik 1 (satu) minggu setelah ujian akhir dilaksanakan.
  2. Nilai yang masuk diumumkan oleh Subbagian Akademik.
  3. Pembantu Dekan I mengumumkan Jadwal Remedial.
  4. Dekan membentuk Panitia Pendaftaran Remedial.
  5. Panitia Pendaftaran Remedial mempersiapkan segala keperluan untuk pendaftaran mahasiswa yang akan mengikuti remedial.
  6. Mahasiswa yang mendapatkan nilai D atau C untuk mata kuliah tertentu berkonsultasi dengan Pembimbing Akademiknya untuk dapat mengikuti remedial atau tidak. Jumlah maksimal mata kuliah yang dapat ditempuh oleh seorang mahasiswa melalui program remedial pada akhir semester ganjil adalah dua mata kuliah, sedangkan pada akhir semester genap adalah enam mata kuliah.
  7. Setelah berkonsultasi dengan PA, mahasiswa yang akan mengikuti remedial untuk mata kuliah tertentu, mendaftarkan diri pada Panitia Pendaftaran Remedial. Pada saat pendaftaran mahasiswa harus memperlihatkan KRS yang menunjukkan bahwa ybs memang benar telah pernah mengambil mata kuliah yang akan diremedial.
  8. Panitia Pendaftaran Remedial mengelompokkan peserta remedial sesuai dengan mata kuliah yang diikuti dan membuat Daftar Peserta Remedial untuk setiap mata kuliah yang ditawarkan pada semester berjalan.
  9. Paling lambat 1 (satu) minggu sebelum remedial mata kuliah tertentu dilaksanakan, Daftar Peserta Remedial dikirimkan kepada Koordinator Mata Kuliah.
  10. Segera setelah menerima Daftar Peserta Remedial, Koordinator Mata Kuliah bersama staf menyusun program remedial dan kemudian mengumumkan jadwal pelaksanaan remedial secara rinci sesuai dengan materi yang diambil oleh peserta remedial dengan tetap mengacu pada jadwal remedial yang telah dikeluarkan oleh PD I. Setiap mata kuliah dengan bobot 3 sks diberikan waktu untuk melaksanakan program remedial termasuk pelaksanaan evaluasi selama 1 minggu.
  11. Remedial dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah diumumkan oleh Koordinator Mata Kuliah.  Pada setiap akhir program pembelajaran dilakukan evaluasi terhadap mahasiswa yang mengikuti program remedial.  Untuk menentukan kelulusan/nilai akhir mahasiswa setelah mengikuti program remedial, hasil evaluasi program remedial dikaitkan dengan nilai akhir ujian yang telah ditempuh sebelumnya. Contoh:  Pada mata kuliah Biokimia Veteriner II, topik yang diajarkan adalah: Bienergitika, Integrasi dan Regulasi Matabolisme, Metabolisme Karbohidrat, Metabolisme Lipid, dan Metabolisme Protein.  Seorang mahasiswa peserta mata kuliah Biokmia Veteriner II mendapat nilai D atau C dan mendaftar untuk mengikuti program remedial.  Setelah diidentifikasi dengan memperhatikan lembar evaluasi terdahulu ternyata mahasiswa tersebut gagal pada topik Bioenergitika dan Metabolisme Lipid.  Dalam program remedial, mahasiswa tersebut hanya mengikuti pembelajaran dan evaluasi dari kedua topik yang gagal tersebut.  Hasil evaluasi remedial dari kedua topik tersebut bila lebih tinggi dari nilai sebelumnya, dipakai sebagai pengganti dan digabungkan dengan nilai topik lainnya yang sudah lulus sebelumnya, untuk mendapatkan nilai akhir Biokimia Veteriner II.  Peserta remedial harus mengikuti kegiatan remedial sedikitnya 75% dari seluruh kegiatan yang dilaksanakan.  Keikutsertaan kurang dari 75% dianggap gagal.
  12. Paling lambat satu minggu setelah remedial dilaksanakan Koordinator Mata Kuliah sudah harus menyetorkan nilai kepada Subbagian Akademik.
  13. Setiap nilai mahasiswa yang masuk di Subbagian Akademik diumumkan oleh Subbagian Akademik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: