lokakarya rshp

STANDARISASI RUMAH SAKIT HEWAN PENDIDIKAN

Pada tanggal 28-29 Oktober 2009, bertempat di Auditorium Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadja Mada diselenggarakan Lokakarya Standarisai Rumah Sakit Hewan Pendidikan dan Rapat Majelis Pendidikan Kedokteran Hewan (MP2KH).  Hadir pada lokakarya tersebut Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia dan peserta dari Fakultas Kedokteran Hewan dari seluruh Indonesia (FKH Unsyah, IPB, UGM, Unud, Unair) dan Program Studi Kedokteran Hewan, Unibraw.  Dari FKH Univ. Udayana hadir Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.Kes. (Dekan), drh. I Nyoman Sulabda, M.Kes. (PD I), Prof. Dr. drh. Nyoman Sadra Dharmawan, MS. (MP2KH), dan drh. IGM. Krisna Erawan, M.Si. (sedang tugas belajar di Yogya, oleh Dekan diminta mengikuti lokakarya).

Lokakarya hari pertama difokuskan untuk membahas standarisasi Rumah Sakit Hewan Pendidikan dengan pembicara Goo Jang, VM, M.Sc., Ph.D. (Seoul National University); Prof. Dr. drh. Ida Tjahajati, MP. (Direktur RSH Prof. Soeparwi, RSHP FKH UGM); Prof. Dr. drh. Dondin Sajuthi, M.Sc. (Direktur RSHP IPB Bogor); dan drh. Wiwiek Bagja (PB PDHI).   Pada hari kedua dilanjutkan dengan pembahasan dan diskusi tentang Ujian Nasional Dokter Hewan (National Board Exam [NBE]), pembahasan dan diskusi tentang Program Spesialis; dan diskusi tentang permasalahan PPDH untuk memenuhi standar minimal yang akan diujikan.

Hasil lokakarya dan rapat MP2KH telah dirangkum dan akan dibuatkan keputusan oleh PB PDHI.  Dari kegiatan yang saya ikuti (tidak semua kegiatan bisa saya ikuti karena harus mengikuti kuliah),  ada beberapa hal yang bisa saya tangkap.  Berkaitan dengan standarisasi Rumah Sakit Hewan Pendidikan; keberadaan RSHP bagi FKH sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Untuk menjadi RSHP harus memenuhi berbagai persyaratan.  Salah satu persyaratan yang belum dipenuhi oleh RSHP FKH Unud adalah adanya fasilitas rawat inap.  Untuk menjadi RSHP yang memenuhi standar, harus memiliki fasilitas rawat inap untuk minimal 20 hewan sakit.

Pada diskusi tentang PPDH, disepakati pembentukan forum komunikasi pengelola PPDH.  Untuk tahun pertama sebagai ketua forum adalah Ketua Pengelola PPDH FKH UGM.  Standar minimal kompetensi Klinik Hewan pembahasannya dinyatakan sudah final, tinggal diadakan peninjauan/penyempurnaan kembali setiap tahun sesuai dengan kesepakatan para pengelola PPDH Klinik Hewan. Sedangkan PPDH pada bidang Kodil, Kesmavet, dan Reproduksi pembahasannya belum mencapai final, masih perlu dilengkapi/disempurnakan lagi. Di samping itu, dibicarakan juga masalah biaya pelaksanaan PPDH.  Diharapkan perbedaan biaya pelaksanaan PPDH antar institusi tidak terlalu jauh.  Tetapi karena standar minimal PPDH belum disepakati semua, masalah biaya belum bisa diputuskan, menunggu standar minimal kompetisi disepakati bersama.  Dari informasi yang disampaikan oleh masing-masing pengelola PPDH, biaya PPDH tertinggi di FKH Bogor dan terendah di FKH UGM.

Acara lokakarya ditutup pada hari kedua oleh Dekan FKH UGM.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: