e-Learning

Perkembangan teknologi informasi (TI) telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat.  Pada bidang pendidikan, TI dapat dimanfaatkan dalam mendukung proses belajar-mengajar dengan sistem yang dikenal dengan e-Learning.

Salah satu definisi e-Learning menjelaskan bahwa e-Learning adalah suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet, atau media jaringan komputer lain.  Dengan e-Learning dosen/guru/tutor dapat menyampaikan materi pembelajaran melalui internet, sehingga peserta didik dapat belajar tak hanya di mana saja, tetapi sekaligus juga kapan saja.

Banyak portal e-Learning yang dikembangkan dengan perangkat lunak Learning Management System (LMS).  Moodle merupakan salah satu perangkat lunak open source yang mendukung implementasi e-Learning.  Dengan Moodle penunjang pembelajaran dengan mudah dapat diakomodasi dalam suatu portal e-Learning.  Penunjang pembelajaran tersebut misalnya: fitur utama yang dapat mengunggah berbagai format materi pembelajaran, tugas, quiz, komunikasi, dll.

Atas dasar hal tersebut di atas, materi pembelajaran yang selama ini saya simpan di blog ini akan saya pindahkan ke situs saya yang lain yang berbasis LMS (yakni Moodle) mulai tanggal 1 September 2010 berbarengan dengan dimulainya semester ganjil 2010/ 2011.  Situs tersebut dapat diakses dengan meng-klik gambar  yang akan saya tempatkan di sidebar sebelah kanan.

SELAMAT BELAJAR

3 Tanggapan to “e-Learning”

  1. novendra sitepu Says:

    program e-learning yang bapak coba, merupakan suatu terobosan yang bagus untuk kemajuan fkh udayana kedepannya.
    saya mempunyai saran pak, para staff dosen di lingkungan fkh udayana mencoba membuat sebuah buku ajar yang digunakan dalam proses belajar mengajar di kampus (seperti fkh lain di jawa),
    sehingga ketika sebelum diadakan kuliah, mahasiswa/i dapat membaca-baca di rumah, sehingga ketika besok kuliah, terjadi sistem pembelajaran yang interaktif.
    mengingat saya hampir 5 tahun kuliah, kebanyakan staff pengajar hanya memberikan materi berupa slide power point ataupun poto kopian
    sehingga ketika sudah koas, dan mau review materi yang bersangkutan, mahasiswa sudah lupa menaruhnya dimana.
    selain itu buku yang sudah dimiliki mahasiswa/i dapat menjadi suatu inventaris ilmu ketika nanti sudah tamat dapat dibaca-baca lagi.
    sekian dan terima kasih.

    • krisnaerawan Says:

      Saran yang bagus. Terima kasih. Beberapa staf FKH Unud telah memiliki buku ajar dan bahkan telah tersedia di toko buku. Materi kuliah yang pernah saya ampu (sebagian dari materi Ilmu Penyakit Dalam) saya up-load di e-learning saya. E-learning tersebut akan saya kembangkan terus, karena dengan e-learning berbagai hal dapat diakomodasi. Mahasiswa dapat mengakses materi kuliah sebelum kuliah tatap muka, mahasiswa juga dapat mendiskusikan materi tersebut, tugas2 dapat dikirim ke e-learning dalam bentuk file (mengurangi penggunaan kertas), dan ada banyak lagi manfaat yang bisa diperoleh dengan e-learning.

  2. novendra sitepu Says:

    oh ya pak, mungkin ini sebagai sumbang saran lagi,
    mungkinkah sistem pembelajaran di fkh udayana meniru sistem kurikulum blok layaknya di fk udayana ?
    pengertian kurikulum blok disini adalah sbb :
    semisal dalam 1 semester ada 4 mata kuliah yang diambil, exp :
    fisiologi, anatomi, biokimia, histologi.
    jika kita melihat yang sudah terjadi selama ini, dari hari senin-kamis hari kuliah, maka hari senin biasanya langsung ada 2 mata kuliah, yaitu fisiologi dan biokimia, lalu lanjut besoknya hari selasa dilanjutkan mata kuliah histologi dan anatomi,
    jadi mata kuliah menumpuk, dan mahasiswa menjadi kurang konsentrasi dan fokus.
    sedangkan kurikulum blok mengacu sebagai berikut,
    semisal dalam 1 semester ada 4 mata kuliah yang diambil, exp :
    fisiologi, anatomi, biokimia, histologi.
    nah blok 1 yang mempelajari ilmu kedokteran dasar, contoh anatomi,
    itu dirapel dari hari senin-kamis,
    dan WAJIB mata kuliah itu selesai dalam waktu 1 bulan misalnya.
    begitu pula dengan mata kuliah lain yang diambil.
    tentunya hal ini menuntut konsekuensi dan tanggung jawab dari tiap staf teaching daripada mata kuliah yang bersangkutan.
    selain itu diusahakan (ya inipun jika memang memungkinkan), tiap kelas dibatasi jumlah student-nya, max 1 kelas adalah 25.
    sehingga pasti terjadi sinergi pembelajaran 2 arah antara pengajar dan yang diajar.
    melihat pengalaman-pengalaman saya sebelumnya menuntut ilmu di bangku S1, jumlah mahasiswa terlalu banyak, sulit fokus dan konsentrasi, kelas terkesan gaduh dan ribut.
    apalagi semakin lama peminat yang ingin menuntut ilmu di fkh udayana akan semakin bertambah,
    bukan tidak mungkin hal yang saya bahas (kelas ribut dan gaduh) akan terjadi.
    peningkatan kuantitas mahasiswa belum tentu disertai dengan peningkatan kualitas mahasiswa.
    adapun hal yang saya utarakan ini, saya juga dapat dengan bertukar pikiran dengan teman-teman SMA saya yang ada melanjutkan studi di fk udayana.
    dan saya juga dapat chat dengan beberapa friend list di fb, yang berkuliah di fkh gama maupun fkh unair, mereka juga menerapkan kurikulum block begitu pak.
    ya semoga berguna saja pak.
    oh ya bagaimana kondisi yogya, yang saat ini sedang heboh isu referendum oleh presiden SBY yang menggeser berita mengenai merapi dan bromo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: