Dirofilaria immitis: pada hewan dan manusia

Dirofilaria immitis (D. immitis) pada umumnya disebut sebagai cacing jantung, hidup pada ventrikel kanan dan arteri pulmonalis. Selain anjing, spesies hewan yang dapat terinfeksi D. immitis adalah kucing, serigala, rubah, coyote, ferret, tikus air, singa laut, coatimundi, dan orangutan. Apabila infeksi cacing jantung berlangsung lama dapat mengakibatkan perubahan patologik, kondisi demikian disebut dengan penyakit cacing jantung.

Penyakit cacing jantung pada anjing sering mengancam nyawa penderitanya karena dapat mengakibatkan berbagai komplikasi, seperti gagal jantung kanan, sindrom kava, dan granulomatosis eosinofilik pulmoner.  

D. immitis sebagai agen penyebab penyakit tidak hanya menimbulkan masalah pada hewan tetapi juga bersifat zoonosis.  Kasus pertama pada manusia dilaporkan pada tahun 1887.  Risiko infeksi D. immitis pada manusia berkaitan erat dengan prevalensi pada anjing. Kasus human pulmonary dirofilariasis (HPD) telah dilaporkan dari berbagai negara di seluruh dunia.  Pada manusia, selain pada paru-paru, D. immitis pernah dilaporkan ditemukan pada rongga abdomen, cabang arteri spermatika, hati, dan intraokuler.

.

Sumber: YouTube.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: